Sound of Borobudur Movement

Sound of Borobudur Movment adalah upaya Anak Bangsa untuk mengenali lebih dalam kebesaran peradaban masa lampau.

Apa Itu Sound of Borobudur?

SOUND OF BOROBUDUR MOVEMENT adalah upaya Anak Bangsa untuk mengenali lebih dalam KEBESARAN PERADABAN masa lampau, dengan menggunakan BUDAYA dan ILMU PENGETAHUAN, yang diinterpretasikan melalui SENI.

Sound Of Borobudur Movement merupakan GERAKAN KEBANGSAAN MELALUI BUDAYA yang ditujukan untuk MENGEMBALIKAN JATI DIRI manusia Indonesia.

Memberi penyadaran kepada masyarakat, bahwa Bangsa Indonesia mempunyai banyak warisan nilai dan tatanan diri, kemasyarakatan, kenegaraan dan tatanan untuk pengelolaan alam secara seimbang, yang masih SANGAT KONTEKSTUAL dengan kondisi saat ini, bahkan menjadi SOLUSI untuk mengatasi permasalahan kebangsaan saat ini dan di masa depan.

Gerakan ini adalah gerakan lintas suku/etnis, lintas agama, lintas disiplin ilmu, lintas bangsa.

Sinopsis

Pada abad ke 7, bangsa Nusantara menorehkan (kembali) Puncak Peradaban, yang ditandai dengan dibangunnya sebuah struktur mandala besar yang akhirnya berdiri sebagai sebuah monument abadi yang dinamakan Candi Borobudur. Ini merupakan bukti bahwa pada saat itu para Leluhur bangsa ini telah berhasil mencapai tingkat Peradaban dan Kebudayaan Tinggi.

Jauh sebelum datangnya pengaruh budaya Hindu, bangsa Jawa telah memiliki keterampilan budaya atau pengetahuan yang mencakup 10 butir:

  • Wayang
  • Gamelan
  • Ilmu Irama Sajak
  • Batik
  • Pengerjaan Logam
  • Sistem Mata Uang sendiri
  • Ilmu Teknologi Pelayaran
  • Astronomi
  • Pertanian Sawah
  • Birokrasi Pemerintahan yang Teratur

Borobudur bukanlah hanya warisan yang bersifat fisik saja. Namun di dalamnya banyak tersembunyi hasil pencapaian Budaya dan Ilmu Pengetahuan yang harus digali dan dipelajari.

Relief Instrumen Musik

Di antaranya adalah relief Instrumen Musik yang terpahat di dinding candi Borobudur. Adalah hal yang sangat luar biasa, bahwa setelah lebih dari 1300 tahun berlalu, banyak instrumen musik yang tergambar di relief candi Borobudur masih tetap dimainkan sampai saat ini.

Terdapat sebanyak 226 relief Alat Musik jenis Aerophone (tiup), Cordophone (petik), Idiophone (pukul) dan Membranophone (ber-membran), serta 45 relief Ansambel di dinding candi.

Bentuk alat musik yang ada di relief candi Borobudur tersebut, saat ini tersebar ke-34 Provinsi di Indonesia. Lebih luas lagi, ada kesamaan atau kemiripan yang sangat signifikan dengan alat musik yang saat ini masih dimainkan di lebih dari 40 Negara di dunia.

Sound of Borobudur Orchestra

Sound of Borobudur merupakan Gerakan Kebangsaan melalui Budaya, dengan menggaungkan kembali bunyian Peradaban Borobudur yang terpendam selama ribuan tahun, agar dapat dimanfaatkan di masa depan.

Seluruh instrumen musik di relief candi Borobudur yang telah di-reaktualisasi, akan dimainkan dalam Sound of Borobudur Orchestra, dan diharapkan dapat dipergelarkan ke seluruh penjuru dunia sebagai Duta Budaya Indonesia.

Pengampu Utama

Trie Utami

Living Legend & Penggagas

Penggagas yang merintis kelahiran Sound of Borobudur. Penyanyi yang digelari "living legend" ini adalah seniman lintas matra, dikenal sebagai musisi, komposer, instruktur vokal, produser musik, penari, pelukis, penulis dan pemain theater.

Purwa Tjaraka

Komposer & Music Director

Pendiri PCMS (Purwa Caraka Music Studio), sekolah musik paling sukses dengan hampir 100 cabang di seluruh Indonesia. Seorang komposer, aranger, penata musik untuk film, dan Conductor paduan suara dan orchestra.

Dewa Budjana

Dewa Dawai Indonesia

Gitaris grup band GIGI yang dijuluki "Dewa Dawai Indonesia". Telah merilis 11 album solo, berkolaborasi dengan musisi papan atas dunia seperti Peter Erskine, Vinnie Colaiuta, John McLaughlin, Steve Vai, Jordan Rudess (Dream Theater), dan banyak lagi.

Kontak

Yayasan Padma Sada Svargantara

Alamat: Ruko Golden Boulevard, Tahap 2 Blok W2 No. 22, Jl. Pahlawan Seribu, BSD City, Tangerang Selatan – Banten 15322

Telepon: 531 635 10/11